Tafakkur
orang kaya yang pandir mendapatkan hartanya dari korupsi. orang kaya yang bijak mendapatkan hartanya dari bekerja keras- harta si pandir adalah uangnya, harta si bijak adalah hatinya
- kekayaan uang bisa habis dan mendatangkan petaka sementara kekayaan hati justru mendatangkan uang
- si pandir takut uangnya habis sementara si bijak takut akan Tuhan
- si pandir berpikir keras menambah pundi-pundinya sementara si bijak berpikir keras menambah kebaikannya
- ajaklah diri anda keluar dari kubangan kepandiran sekarang juga dengan mulai bersujud dalam doa dan mintalah bimbingan dari sang Maha pemilik semesta ini, niscaya kepandiranmu akan dienyahkan
- belajarlah berorganisasi dari semut dan lebah, mereka teratur dan disiplin dalam segala hal
- ketika anda mulai bijak, maka segala hal akan dimudahkan bagimu
- orang bijak menerima mawar dengan durinya, orang pandir menyalahkan duri si mawar
- si bijak menerima dan memahami kelebihan serta kekurangan orang lain, si pandir tidak bisa menerima kekurangan orang lain dan iri atas keunggulan orang lain
- si pandir mengira dirinya bijak, sementara si bijak selalu tafakur akan kepandirannya
- menyadari kepandiran diri sendiri adalah langkah awal menjadi bijaksana
- si pandir menyandarkan dirinya pada penilaian orang lain, si bijak hanya bersandar pada ridha sang Khalik
- si pandir menghakimi dan mencemooh, si bijak memahami dan memaafkan
- ketika marah, si pandir menghardik dan mengutuk tanpa henti sementara si bijak mengakhiri marahnya dengan mencari solusi
- orang bijak tidak berarti tidak bisa marah, namun ia marah karena sayang bukan karena benci
- orang pandir mencari-cari alasan untuk marah dan memuaskan nafsu angkaranya
- terjebak dalam kemarahan yg terus menerus akan membuat kita pandir
- si pandir tidak pernah menyadari kemarahannya dan menyangka marah itu wajar dan harus ia lakukan, karena itu ia marah setiap hari akan semua hal
- sementara si bijak menyadari jika marah itu harus pada tempatnya dan harus ada solusi agar yg dimarahi tidak melakukan kesalahan lagi
- si bijak tahu persis marah hanya akan menyumbat rejekinya, sementara si pandir terus saja berkubang menyenangkan ego angkaranya
- mau banyak rejeki? berhentilah marah sekarang juga. lupakan dendam dan angkara lama. jika masih belum bisa memadamkannya, bersujudlah dalam doa meminta bantuan Tuhan. itulah benih kebijaksanaan
- pupuk tiap hari benih kebijaksanaan karena itulah investasi yang sangat berharga untuk masa depan
- benih kebijaksaan di dalam diri akan lebih cepat tumbuhnya jika anda dispilin dalam berdoa dan disiplin dalam bekerja
- jadilah bijak, karena orang bijak itu semuan dimudahkan baginya!
Komentar
Posting Komentar